tinggalkanlah yang lain, dan memohonkan
kepadanya selamat,
Janganlah sempit dadamu,
Janganlah sempit dadamu,
segala kejadian adalah perkara kecil belaka.
Tuhan yang menentukan,
Dan alam berbagai ragam,
Jangan banyak dukacita,
Jangan banyak dukacita,
Apa yang telah ditentukan, itulah yang terjadi.
"Kalau","Kenapa", dan "Bertapa?"
Adalah cakap orang dungu.
Dia hendak merintangi Allah, dalam apa yang dia mahu,
qadar dan taqdir, semuanya berlaku dengan sebenarnya.
Hatiku: Bangunlah,tinggalkan olok-olok.
Hatiku: Bangunlah,tinggalkan olok-olok.
Jangan banyak dukacita.
Apa yang telah ditentukan itulah yang terjadi.
Engkau dan semua makhluk, adalah hamba belaka.
Tuhan terhadap pada kita,
Tuhan terhadap pada kita,
berbuat sekehendak-Nya
Duka dan murung, apalah faedahnya,
telah tertulis lebih dahulu, tenteramkanlah hatimu.
Jangan banyak dukacita,
Jangan banyak dukacita,
apa yang telah ditentukan itulah yang terjadi,
yang untuk orang lain, tidaklah sampai kepadamu.
Dalam mencari hakikat dan dalam memelihara syariat.
Dalam mencari hakikat dan dalam memelihara syariat.
Jangan banyak dukacita,
apa yang telah ditentukan,Itulah yang terjadi.
[Sayid Abdullah bin Alwi al-Hadad]
dipetik dari buku Buya Hamka kesayangan.
kepada teman-teman yang sedang diuji,dilanda rasa sedih dukacita,daku hadiahkan syair ini tanda kasih,daku ingin sentiasa melihat kalian tersenyum,senyum sewaktu senang dengan rasa syukur,senyum sewaktu susah tanda tabah dan akur.
Katakanlah,Aku percaya kepada Allah!



1 comments:
Kalau iman pada qada' & qadar itu kuat, pasti apa2 suratan yang ditetapkan dapat diterima dengan redha tanpa apa2 persoalan & rungutan, kan?
harap dapat sampai ke tahap itu...hu3
wallahualam...
Post a Comment